Halaman

Sabtu, 17 Maret 2012

Karya Satra Cinta

Ketika hati mulai merasakan,
segala gelisah, senang, sedih yang tak terbendung …
Empati datang dengan harapan …
Seiring merdu waditra menggetarkan bunyi – bunyi,
kala kaki melangkah dengan sejuta keraguan

Tangan melambai lembut,
pinggul memadu,
Kaki menyeimbangi,
Senyuman menghiasi …

Melayang, terhayut dalam perasaan,
bergerak dalam kosmik yang menyelimuti,
mengikuti gerak air yang tenang menuju samudera,
menyatu dengan hijau alam,
masih dengan aku dan nusantaraku …

Dalam segala keributan sang tikus yang tuli akan jeritan rakyatnya,
tetaplah menari, dalam gerak – gerik nurani,
juga kesadaran massal ini,
syukur dan lestari
Nusantaraku … 

(Sumber: http://www.gudangpuisi.com/2012/03/menarilah-nusantaraku.html)


Karya sastra ini menceritakan pandangan penulis terhadap negara, juga yang terjadi pada negara, penulis mengharapkan agar negara ini terus maju dan selalu maju, dan juga mensyukuri yang ada pada negara ini dengan segala kondisinya.

Pengaruh dari Sebuah Kasih Sayang bagi Sebuah Pribadi

Kasih sayang merupakan kata - kata yang tidak asing bagi semua manusia diseluruh bumi ini, tentunya dengan bahasa mereka masing - masing. Kata kasih sayang mempunyai arti yang sangat - sangatlah luas. Setiap manusia bahkan setiap makhluk hidup pasti membutuhkan yang meruupakan kasih sayang. Tetapi kasih sayang tersebut berbeda - beda, misalnya sayang kepada Tuhan, orangtua, saudara, teman atau sahabat, pacar, maupun dengan hewan peliaraan atau tanaman peliharaan.

Sebuah kepribadian dapat terbentuk karena adanya pengaruh dari sebuah kasih sayang. Mengapa? Karena kasih sayang yang di dapat dapat di cerminkan atau di tunjukan dari sebuah sikap kepribadiaan orang tersebut. Contohnya, seseorang dapat merespon suatu tindakan yang tidak menyenakan atau sikap yang diambilnya. Kasih yang paling berperan penting dalam proses terbentuknya kepribadian seseorang adalah yang pertama yaitu dari Tuhan lalu orangtua, saudara dan teman - teman setiap individu.
 

Batik adalah Suatu Warisan Budaya Indonesia

Budaya batik di Indonesia pasti sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. Para warga Indonesia pada umumnya pasti tahu apa itu yang dimaksudkan dengan batik. Batik merupakan suatu warisan budaya Indonesia yang mendunia sampai keluar negeri. Batik juga merupakan kain dengan memakai cara tersendiri atau teknik untuk membuatnya menjadi suatu batik.

Kata "BATIK" terambil dari dua gabungan kata dari bahasa Jawa yaitu "amba" yang berarti bermakna dan "titik" yang berarti titik.  Batik mempunyai teknik - teknik untuk membuat pewarnaan batik yaitu dengan Teknik Perintangan Warna dengan menggunakan malam yang merupakan salah satu bentuk seni kuno yang ditemukan di Mesir pada abad ke-4 SM. Teknik perintangan warna juga digunakan atau diterapkan di asia. 

Batik juga mempunyai nilai seni yang tinggi. Wanita - wanita Jawa pada masa lampau menjadikan ketrampilan atau seni ini sebagai matapencarian bagi hidup mereka dan pada jaman itu, pekerjaan ini merupakan suatu yang lazim bagi kaum lelaki. Batik mempunyai banyak jenis corak - corak yang bermacam- macam yang biasanya tergantung dari mana asal batik itu di buat.


 

Senin, 05 Desember 2011

Masyarakat Perkotaan dann Masyarakat Pedesaan

Masyarakat merupakan kupumpulan dari beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa individu. Dalam masyarakat tersebut mempunyai dua kelompok yaitu kelompok masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan. 


Masyarakat perkotaan yang biasanya disebut urban community. Mempunyai ciri - ciri yang berbeda dari segi cara kehidupan dan bersosialisainya. Ada beberapa ciri yang menonjol dari masyarakat perkotaan yaitu:
1. Kehidupan beragama yang kurang dari pada masyarakat pedesaan.
2. Biasanya orang perkotaan lebih individual dari pada orang
   pedesaan.
3. Jalan pikiran yang rasional.
4. Cara - cara untuk besosialisai yang lebih mementingkan diri
   sendiri.

Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri - ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang bisanya tampak dari kehidupannya sehari - hari. Yang menjadi ciri - ciri dari masyarakat pedesaan adalah:
1. Mempunyai hubungan yang erat antar pedesaan yang lainnya.
2. Sistem kehidupan yang lebih cenderung berdasarkan kekeluargaan.
3. Masyarakat yang homogen.

Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
  • Pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
  • Pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
  • Masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.
  • Ketentuan kasta dan contoh perilaku.

 

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat pada Masyarakat

Pelaspisan sosial pada masyarakat merupakan sebuah golongan manusia yang ditandai dengan cara hidup dalam segi hak, kewajiban, pekerjaan, maupun tanggungannya. Pelapisan juga merupakan sebuah gejala yang bersifat univesal atau bersifat umum pada masyarakat tentunya. Dimana pun kita dapat melihat bermacam - macam jenis pelapisan sosial saat kita lagi berpergiaan ketempat umum. Contoh dari perbedaan pelapisan sosial yaitu ekonomi keuangan, lingkungan hidup, kekuasaan maupun kewewenangan. Dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan warga dalam masyarakat ke dalam kelas - kelas sosial. Ada dua jenis terjadinya pelapisan sosial yaitu pertama, terjadi dengan sendirinya dan yang kedua terjadi dengan adanya kesengajaan dari individu itu sendiri. 

Kesamaan derajat dalam berhidup bernegara tidak ada bedanya jika kita memperhatikan dalam segi hukum. Mengapa? Karena dalam ketentuan hukum individu yang mempunyai kesenggangan sosial yang tinggi maupun yang tidak jika bersalah maka ia dinyatakan bersalah. Kesamaan derajat dalam istilah bidang kewarganegaraan merupakan tidak adanya pengistimewaan satu individu dengan individu yang lainnya. Tapi kebanyakan orang lebih cendrung untuk membeda - bedakan individu satu dengan individu yang lainnya. Biasanya orang lebih suka membedakannya dari segi perekonomian keuangan seorang individu tersebut.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Hubungan Sosialisasi dan Pemuda


Sosialisasi dan Pemuda

Sosialisa merupakan suatu proses yang menanamkan atau menstransfer kebiasaan maupun nilai aturan dari suatu generasi kegenerasi lainnya dalam sebuah kelompok masyarakat. Setiap indi vidu mempunyai sosialisasi yang berbeda berdasarkan jenisnya, maka dari itu sosialisasi terdiri dari 2 jenis yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Sosialisasi primer merupakan sosialisasi antar induvidu dalam suatu lingkup yang kecil yaitu keluarga yang dapat membantu individu membangun atau mengembangkan sosok karakternya. Sosialisais sekunder merupakan sosialisasi antar individu dalam lingkup yang lebih besar yaitu masyrakat dan dalam lingkup ini biasanya terjadi suatu pengubahan atau pencabutan indentitasnya yang lama. 

Pemuda yaitu suatuindividu yang bergolongan muda atau berumur muda. Pemuda biasanya mempunyai sikap yang relatif, itu disebabkan oleh masih dalam tahap masa pencariaan jati diri. Karena pemuda masih mempunyai sikap yang relatif maka pemuda mempunyai banyak karakter misalnya; karakter yang baik, mudah diajar, pemberontak, pemalu, penakut maupun yang lainnya. Karakter seorang pemuda tersebut tercipta dari lingukangan sosial mereka. Misalnya, lingkungan tempat tinggalnya, pergaulannya, keluarganya maupun lainnya. 

Sosialisasi dengan pemuda mempunyai keterkaitan antar satu dengan yang lain. Mengapa begitu? Karena pemuda dapat membangun suatu keprbadian yang baik maupun yang buruk dari hubungan sosialnya (sosialisasinya). Maka dari itu para pemuda jangan mudah terpengaruh dengan hubungan atau pergaulan sosial yang tidak baik. Karena, itu dapat membawa dampak kepada pertumbuhan karakter yang akan menjadi suatu kepribadiaan maupun menjadi suatu kebiasaan dalam diri pemuda itu sendiri.

Warganegara dan Negara


Hubungan Warganegara dengan Negara
 

            Warganegara merupaka salah satu unsur untuk terbentuknya suatu negara. Waganegara itu merupakan kumpulan orang – orang atau masyarakat dari suatu negara maju maupun negara berkembang. Karena warganegara tinggal dalam suatu lingkup atau wilayah yang sama, maka mereka pun juga mempunyai kesamaan hak, dan kewajiban yang sama. Contohnya setiap warga negara mempunyai keewajibaan untuk membela negara, menjaga keadilan sebuah negara, membayar pajak ataupun menciptakan suatu negara yang adil. Contoh hak setiap warganegara yaitu mempunyai kehidupan sosial yang cukup, dapat mempunyai hak untuk berpendidikan maupun hudip sejahtera. 

            Tapi ada beberapa warganegara yang tidak menjalankan kewajibannya dengan benar tetapi hanya meminta haknya saja yang diperjuangkan tanpa melihat kondisi sekitarnya yang sedang terjadi. Maka dari itu menurut pandangan saya, banyak orang yang tidak mendapatkan suatu kesejahteraan yang utuh bagi mereka. Tapi  terkadang ada juga yang sudah menjalankan kewajibannya dengan benar tetap saja mendapat suatu ketidak adilan dari suatu pandang atau pihak lain. Maka kesimpulannya adalah suatu negara jika tidak mempunyai suatu negra tidak akan terciptalah negara tersebut.