Setiap manusia pasti mempunyai masalah pribadi. Tapi tidak semua manusia mempunyai resspon yang benar saat mengalaminya. Banyak orang yang mengambil respon yang salah dengan berkata "Saya tdiak bisa". Dengan kita mengambil respon seperti itu maka dapat mengakibatkan stress. Setiap kita pasti mempunyai kepercayaan masing-masing. Enntah itu Kristiani, Muslim, Budha maupun yang lainnya.Setiap masalah pasti akan terjadi terus menerus dalam kehidupan kita, mau itu masalh personal maupun tidak personal.
Dalam kehidupan, kita dapat mengatasinya dengan berbagai macam cara untuk mengatasi segala ketakutan, kegelisahan maupun stress. Salah satu atau hal yang paling utama yang dapat mengatasinya yaitu dengan cara kita berdoa kepada Tuhan. Mengapa demikian? Karena, Tuhan pasti akan selalu ada untuk kita disaat kita terpuruk dalam suatu masalah yang mungkin kita fikir kita tidak dapat mengatasinya sendiri. Dia pasti selalu memberikan sebuah jalan keluar yang sangat indah yang mungkin juga tidak pernah terpikir dengan logika seorang manusia. Maka dari itu kita serahkan segala masalah kita kepada Tuhan dan juga kita harus percaya juga mengucap syukur dengan apa yang terjadi.
Senin, 11 Juni 2012
Idealisme dan Moral pada Generasi Muda
Idealisme merupakan sebuah sudut pandang dan ide seseorang yang melekat pada dirinya sendiri seperti kehidupan rohani, jiwani dan pemikiran. Moral merupakan suatu sikap yang dimana, kita dapat melihatnya dari sebuah tindakan seseorang. Apakah tintdakan orang tersebut mempunyai tindakan yang berarti positif atau negatif.
Pada generasi muda sekarang banyak yang sudah banyak kehilangan sikap idealisme dan moral. Mengapa? Kareana pemikiran dan tintadakan mereka yang membawa dapak yang negatif untuk lingkungan. Tetapi tidak semua yang berlaku demikian banyak juga yang masih mempertahankan idealisme mereka dan tindakan moral mereka. Yang dapat dikatakan orang-orang tersebut membawa dampak yang positif bagi lingkungannya.
Pada akhir-akhir ini banyak tindakan yang menyebabkan kemerosotannya sikap idealisme dan moral seseorang. Pada realitanya, banyak terjadi pada generasi muda yang sudah besar dalam ruang lingkup atau yang hidup diare modern. Mengapa? Karena masih ada yang menganggap sebuah moral dan idealisme itu adalah suatu hal yang biasa dan tidak penting.
Maka dari itu kita harus menunjukan bagaimana sikap perilaku kita sebagai orang yang mempunyai idealisme dan moral itu sendiri. Banyak cara untuk kita menunjukannya, yaitu dengan cara mempunyai kepercayaan dan sikap hati yang mau dibentuk dengan idealisme dan moral yang mempunyai nilai positif.
Pada generasi muda sekarang banyak yang sudah banyak kehilangan sikap idealisme dan moral. Mengapa? Kareana pemikiran dan tintadakan mereka yang membawa dapak yang negatif untuk lingkungan. Tetapi tidak semua yang berlaku demikian banyak juga yang masih mempertahankan idealisme mereka dan tindakan moral mereka. Yang dapat dikatakan orang-orang tersebut membawa dampak yang positif bagi lingkungannya.
Pada akhir-akhir ini banyak tindakan yang menyebabkan kemerosotannya sikap idealisme dan moral seseorang. Pada realitanya, banyak terjadi pada generasi muda yang sudah besar dalam ruang lingkup atau yang hidup diare modern. Mengapa? Karena masih ada yang menganggap sebuah moral dan idealisme itu adalah suatu hal yang biasa dan tidak penting.
Maka dari itu kita harus menunjukan bagaimana sikap perilaku kita sebagai orang yang mempunyai idealisme dan moral itu sendiri. Banyak cara untuk kita menunjukannya, yaitu dengan cara mempunyai kepercayaan dan sikap hati yang mau dibentuk dengan idealisme dan moral yang mempunyai nilai positif.
Sabtu, 17 Maret 2012
Karya Satra Cinta
Ketika hati mulai merasakan,
segala gelisah, senang, sedih yang tak terbendung …
Empati datang dengan harapan …
Seiring merdu waditra menggetarkan bunyi – bunyi,
kala kaki melangkah dengan sejuta keraguan
segala gelisah, senang, sedih yang tak terbendung …
Empati datang dengan harapan …
Seiring merdu waditra menggetarkan bunyi – bunyi,
kala kaki melangkah dengan sejuta keraguan
Tangan melambai lembut,
pinggul memadu,
Kaki menyeimbangi,
Senyuman menghiasi …
pinggul memadu,
Kaki menyeimbangi,
Senyuman menghiasi …
Melayang, terhayut dalam perasaan,
bergerak dalam kosmik yang menyelimuti,
mengikuti gerak air yang tenang menuju samudera,
menyatu dengan hijau alam,
masih dengan aku dan nusantaraku …
bergerak dalam kosmik yang menyelimuti,
mengikuti gerak air yang tenang menuju samudera,
menyatu dengan hijau alam,
masih dengan aku dan nusantaraku …
Dalam segala keributan sang tikus yang tuli akan jeritan rakyatnya,
tetaplah menari, dalam gerak – gerik nurani,
juga kesadaran massal ini,
syukur dan lestari
Nusantaraku …
tetaplah menari, dalam gerak – gerik nurani,
juga kesadaran massal ini,
syukur dan lestari
Nusantaraku …
(Sumber: http://www.gudangpuisi.com/2012/03/menarilah-nusantaraku.html)
Karya sastra ini menceritakan pandangan penulis terhadap negara, juga yang terjadi pada negara, penulis mengharapkan agar negara ini terus maju dan selalu maju, dan juga mensyukuri yang ada pada negara ini dengan segala kondisinya.
Pengaruh dari Sebuah Kasih Sayang bagi Sebuah Pribadi
Kasih sayang merupakan kata - kata yang tidak asing bagi semua manusia diseluruh bumi ini, tentunya dengan bahasa mereka masing - masing. Kata kasih sayang mempunyai arti yang sangat - sangatlah luas. Setiap manusia bahkan setiap makhluk hidup pasti membutuhkan yang meruupakan kasih sayang. Tetapi kasih sayang tersebut berbeda - beda, misalnya sayang kepada Tuhan, orangtua, saudara, teman atau sahabat, pacar, maupun dengan hewan peliaraan atau tanaman peliharaan.
Sebuah kepribadian dapat terbentuk karena adanya pengaruh dari sebuah kasih sayang. Mengapa? Karena kasih sayang yang di dapat dapat di cerminkan atau di tunjukan dari sebuah sikap kepribadiaan orang tersebut. Contohnya, seseorang dapat merespon suatu tindakan yang tidak menyenakan atau sikap yang diambilnya. Kasih yang paling berperan penting dalam proses terbentuknya kepribadian seseorang adalah yang pertama yaitu dari Tuhan lalu orangtua, saudara dan teman - teman setiap individu.
Batik adalah Suatu Warisan Budaya Indonesia
Budaya batik di Indonesia pasti sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. Para warga Indonesia pada umumnya pasti tahu apa itu yang dimaksudkan dengan batik. Batik merupakan suatu warisan budaya Indonesia yang mendunia sampai keluar negeri. Batik juga merupakan kain dengan memakai cara tersendiri atau teknik untuk membuatnya menjadi suatu batik.
Kata "BATIK" terambil dari dua gabungan kata dari bahasa Jawa yaitu "amba" yang berarti bermakna dan "titik" yang berarti titik. Batik mempunyai teknik - teknik untuk membuat pewarnaan batik yaitu dengan Teknik Perintangan Warna dengan menggunakan malam yang merupakan salah satu bentuk seni kuno yang ditemukan di Mesir pada abad ke-4 SM. Teknik perintangan warna juga digunakan atau diterapkan di asia.
Batik juga mempunyai nilai seni yang tinggi. Wanita - wanita Jawa pada masa lampau menjadikan ketrampilan atau seni ini sebagai matapencarian bagi hidup mereka dan pada jaman itu, pekerjaan ini merupakan suatu yang lazim bagi kaum lelaki. Batik mempunyai banyak jenis corak - corak yang bermacam- macam yang biasanya tergantung dari mana asal batik itu di buat.
Senin, 05 Desember 2011
Masyarakat Perkotaan dann Masyarakat Pedesaan
Masyarakat merupakan kupumpulan dari beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa individu. Dalam masyarakat tersebut mempunyai dua kelompok yaitu kelompok masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
Masyarakat perkotaan yang biasanya disebut urban community. Mempunyai ciri - ciri yang berbeda dari segi cara kehidupan dan bersosialisainya. Ada beberapa ciri yang menonjol dari masyarakat perkotaan yaitu:
1. Kehidupan beragama yang kurang dari pada masyarakat pedesaan.
2. Biasanya orang perkotaan lebih individual dari pada orang
pedesaan.
3. Jalan pikiran yang rasional.
4. Cara - cara untuk besosialisai yang lebih mementingkan diri
sendiri.
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri - ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang bisanya tampak dari kehidupannya sehari - hari. Yang menjadi ciri - ciri dari masyarakat pedesaan adalah:
1. Mempunyai hubungan yang erat antar pedesaan yang lainnya.
2. Sistem kehidupan yang lebih cenderung berdasarkan kekeluargaan.
3. Masyarakat yang homogen.
Masyarakat perkotaan yang biasanya disebut urban community. Mempunyai ciri - ciri yang berbeda dari segi cara kehidupan dan bersosialisainya. Ada beberapa ciri yang menonjol dari masyarakat perkotaan yaitu:
1. Kehidupan beragama yang kurang dari pada masyarakat pedesaan.
2. Biasanya orang perkotaan lebih individual dari pada orang
pedesaan.
3. Jalan pikiran yang rasional.
4. Cara - cara untuk besosialisai yang lebih mementingkan diri
sendiri.
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri - ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang bisanya tampak dari kehidupannya sehari - hari. Yang menjadi ciri - ciri dari masyarakat pedesaan adalah:
1. Mempunyai hubungan yang erat antar pedesaan yang lainnya.
2. Sistem kehidupan yang lebih cenderung berdasarkan kekeluargaan.
3. Masyarakat yang homogen.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
- Pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
- Pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
- Masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.
- Ketentuan kasta dan contoh perilaku.
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat pada Masyarakat
Pelaspisan sosial pada masyarakat merupakan sebuah golongan manusia yang ditandai dengan cara hidup dalam segi hak, kewajiban, pekerjaan, maupun tanggungannya. Pelapisan juga merupakan sebuah gejala yang bersifat univesal atau bersifat umum pada masyarakat tentunya. Dimana pun kita dapat melihat bermacam - macam jenis pelapisan sosial saat kita lagi berpergiaan ketempat umum. Contoh dari perbedaan pelapisan sosial yaitu ekonomi keuangan, lingkungan hidup, kekuasaan maupun kewewenangan. Dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan warga dalam masyarakat ke dalam kelas - kelas sosial. Ada dua jenis terjadinya pelapisan sosial yaitu pertama, terjadi dengan sendirinya dan yang kedua terjadi dengan adanya kesengajaan dari individu itu sendiri.
Kesamaan derajat dalam berhidup bernegara tidak ada bedanya jika kita memperhatikan dalam segi hukum. Mengapa? Karena dalam ketentuan hukum individu yang mempunyai kesenggangan sosial yang tinggi maupun yang tidak jika bersalah maka ia dinyatakan bersalah. Kesamaan derajat dalam istilah bidang kewarganegaraan merupakan tidak adanya pengistimewaan satu individu dengan individu yang lainnya. Tapi kebanyakan orang lebih cendrung untuk membeda - bedakan individu satu dengan individu yang lainnya. Biasanya orang lebih suka membedakannya dari segi perekonomian keuangan seorang individu tersebut.
Kesamaan derajat dalam berhidup bernegara tidak ada bedanya jika kita memperhatikan dalam segi hukum. Mengapa? Karena dalam ketentuan hukum individu yang mempunyai kesenggangan sosial yang tinggi maupun yang tidak jika bersalah maka ia dinyatakan bersalah. Kesamaan derajat dalam istilah bidang kewarganegaraan merupakan tidak adanya pengistimewaan satu individu dengan individu yang lainnya. Tapi kebanyakan orang lebih cendrung untuk membeda - bedakan individu satu dengan individu yang lainnya. Biasanya orang lebih suka membedakannya dari segi perekonomian keuangan seorang individu tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)